Beginilah, digugat oleh masa lalu yang belum selesai. Aku kira, dengan kita bahagia setiap hari, yang lalu itu sudah nggak akan menjadi masalah lagi. Aku salah. Sepertinya aku harus bersiap, mungkin saja itu akan terulang lagi. Sejarah sering begitu.
Tentu saja, aku tidak peka dan bodoh. Aku bahkan tidak paham, jika itu adalah masalah besar bagimu. Aku terlalu santai menyikapi itu. Ribuan permintaan maaf, tentu nggak akan cukup. Tapi itu salah satu yang harus kulakukan.
Aku ingin menjadi jaminan relasi sosial yang menguntungkan. Kamu tidak perlu khawatir soal masa depan. Meskipun bodoh, aku nggak sepenuhnya bodoh. Jika terus belajar, pasti akan ada hasilnya.
(Tiga potong tweets dari akun Twitter saya, @rochman_7610. Diposting 20 Desember 2021.)
Komentar
Posting Komentar